Bismillahirrahmanirrahim.
Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Kita lanjutkan pembahasan kita pada surat An Nashr ayat 3. Baiklah kita tuliskan ayat tersebut.
???? ???? ??? ???????? - fasabbih bi hamdi rabbika wa istaghfir hu
maka bertasbihlah dengan pujian kepada Tuhanmu, dan minta ampunlah kepada Dia.
Itu penggalan pertama ayat 3 surat An Nashr. Mari kita ulang-ulang pelajaran-pelajaran yang sudah lalu-lalu.
? - fa : maka
??? - sabbih : bertasbihlah !
Disini kita jumpai bentuk fi'il amr (Kata Kerja Perintah). Dari mana tahunya Mas? Masih ingat 6 langkah mudah membuat fi'il amr kan?
Kata sabbih ????, ini mengikuti wazan (pola) fa'-'a-la ????? . Kok bisa sih? Ya lihat saja ada tasyid (? ) di huruf kedua kan. Berarti ini KKT-2. Masih ingat kan, karakteristik KKT-2? Oke, sekedar refreshing, KKT-2 ini:
- membuat fi'il yang tidak memerlukan objek menjadi memerlukan objek. Contoh dalam bahasa kita: Saya lari. Nah "lari" tidak memerlukan objek. Tetapi kalimat: Saya melarikan istri saya. Nah kata "melarikan" disini adalah KKT-2, karena dia butuh objek.
- membuat fi'il yang memerlukan satu objek menjadi memerlukan 2 objek. Contoh dalam bajasa kita: Saya baca buku. Nah "baca" disini memerlukan satu objek. Tetapi kalimat: Saya membacakan buku buat anak saya. Nah kata "membacakan" disini perlu dua objek, yaitu "buku" dan "anak saya". Kata "baca", adalah KK Asal, sedangkan "membacakan" adalah KKT-2.
Tashrif Ishthilahi
Kita munculkan istilah baru disini: Tashrif Ishthilahi. Apa itu? Tashrif Istilahi yaitu suatu urutan perubahan kata dari KKL, ke KKS, ke Masdhar, dst. Urutan yang umum begini:
(baca dari kanan)
Zaman < Makan < Fi'il Nahy < Fi'il Amr < Maf'ul < Fa'il < Mashdar < KKS < KKL
Kita belum bahas mengenai Isim Makan (tempat), dan Isim Zaman (Waktu). Mungkin yang belum juga, bagaimana membetuk fi'il nahy (kata kerja Larangan). Yang lain sudah kita bahas sebenarnya secara terpisah-pisah.
Oke Isim Makan (tempat) dibentuk dengan menambah mim.
Contoh :
??? - tho-'a-ma : makan
???? - math-'am : tempat makan (restoran)
??? - la-'i-ba: bermain
???? - mal-ab : tempat bermain
Insya Allah kita akan bahas lagi jika bertemu ayat tentang isim makan ini.
Kita kembali fokus ke tasrif isthilahi.
Kita sering mendengar kata: Ayo ber-tasbih. Nah kata TASBIIH itu adalah mashdar dari sabbaha.
Tashrif ishthilahinya begini:
???? - sabbaha : telah melakukan tasbih (KKL)
???? - yusabbaha: sedang melakukan tasbih (KKS)
????? - tasbiih : pentasbihan (hal yang berhubungan dengan aktifitas tasbih) (Mashdar)
Hal yang sama dapat kita lihat:
???? - sallama : menyelamatkan
????? - tasliim : penyelamatan
??? - kaffara : mengkafirkan
????? - takfiir: pengkafiran
??? - raghghaba : mencintai
????? - targhib : pe-cinta-an (cinta)
??? - qoddara : men-takdir-kan
????? - taqdiir: pentakdiran (takdir)
Dan seterusnya, bentuk mashdar dari KKT-2.
Kembali ke ayat 3, kata sabbih, adalah perubahan ke bentuk fi'il amr. Kalau kita ambil contoh diatas.
Tashrif ishthilahinya begini:
???? - sabbaha : telah melakukan tasbih (KKL)
??? - sabbih: bertasbihlah ! (fi'il amr)
Hal yang sama dapat kita lihat:
???? - sallama : menyelamatkan
???? - sallim : selamatkanlah !
??? - kaffara : mengkafirkan
??? - kaffir : kafirkanlah !
??? - raghghaba : mencintai
??? - raghghib : mencintailah !
??? - qoddara : men-takdir-kan
??? - qoddir : takdir-kanlah !
Dan seterusnya.
Sallim
Kadang kita sering mendengar ustadz mengatakan kepada Anaknya:
Ayo Sallim nak... Sallim sama kakek!
Nah kata Sallim disini, maknanya adalah berikan salam. Lho bukannya diatas dikatakan Sallim : Selamatkanlah ! Kok menjadi "bersalamanlah !".
Begini ashal-ushulnya.
Satu kata kerja dalam bahasa Arab, bisa punya banyak makna. Tergantung rangkaian huruf jar yang nempel ke dia. Memang betul asal kata sallama - yusallimu (KKT-2) dari kata:
??? - salima (KKL) yang artinya: selamat, atau sentosa
Nah KKT-2 dari KKL tsb adalah:
???? - sallama (KKT-2) yang artinya: menyelamatkan.
Tetapi kata tersebut akan berubah artinya kalau ada huruf jer yang nempel ke dia, seperti:
??? ???? ??? ??????? - Zaid sallama 'alaal ustaadz : Zaid menyalami ustadz.
Terlihat kalau kata Sallama diikuti 'alaa, maka artinya menjadi : memberi salam. Dari sinilah asalnya, mengapa perintah untuk memberi salam itu : Ayo Sallim!
Beberapa hal yang mungkin dari sallama, adalah:
???? ??? - sallama alaa : memberi salam kepada
???? ?? - sallama min : menyelamatkan (sesuatu) dari
???? ??? - sallama ilaa: memberikan (sesuatu) ke
???? ?? - sallama bi: rela akan (sesuatu)
Terkadang artinya bertolak belakang:
??? ?? - raghiba 'an : benci kepada
??? ?? - raghiba fii: cinta kepada
Makna-makna tersebut adalah sima'i (apa yang didengar), atau ditentukan dalam kamus. Tidak terlalu banyak kata kerja yang seperti tersebut (walau tidak bisa dikatakan juga terlalu sedikit). Kebiasaan menggunakan akan melatih kita mengerti makna yang cocok.
Seperti kata raghiba 'an, terdapat dalam satu hadist yang poluper:
??? ??? ?? ???? ???? ??? - fa man raghiba 'an sunnatii falaysa minnii : siapa yang benci kepada Sunnahku (cara hidup Rasulullah SAW), maka dia bukan bagian dariku (bukan bagian dari umat Rasulullah SAW).
Kata raghiba sendiri secara sendiri artinya: mencintai. Tapi kalau bertemu dengan 'an, dia berubah menjadi: membenci.
Sama dengan bahasa Inggriss kan
look = melihat, look after = mengawasi, look for = mencari, dst.
Sebagai penutup untuk topik ini, kita kembali ke ayat 3 surat An-Nashr:
???? ???? ??? ???????? - fasabbih bi hamdi rabbika wa istaghfir hu
maka bertasbihlah dengan pujian kepada Tuhanmu, dan minta ampunlah kepada Dia.
Kita telah membahas kata FA SABBIH (SABBIH Fi'il Amr : Kata Kerja Perintah). Insya Allah kita akan lanjutkan ke kata "bihamdi" dst.
0 komentar:
Posting Komentar